Multimedia Streaming, Apa Itu?

Mungkin sangat jarang blog yang membahas tentang Multimedia Streaming secara keseluruhan. Padahal Multimedia Streaming ini cukup penting untuk dibahas, terutama untuk Mahasiswa Sistem Informasi Multimedia yang membutuhkan beberapa referensi mengenai multimedia streaming. Contohnya adalah saya, saya sendiri menulis tentang Multimedia Streaming ini disebabkan karena tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Multimedia dan Internet. Untuk itu agar pak dosen dapat mengetahui ini saya, saya sebutkan NIM saya saja disini, yakni 411821007. 

Berikut pembahasan mengenai Multimedia Streaming

 

STREAMING

Jika kita membuka kamus, maka streaming bisa berarti pengaliran atau mengalirkan,. Dalam dunia Internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio dan video agar mudah ditransfer melalui jaringan Internet. Proses transfer file audio dan video tersebut dilakukan secara “stream”, alias terus menerus. Dari sudut pandang prosesnya, streaming berarti sebuah teknologi pengiriman file dari server ke klien melalui jaringan packet-based semisal Internet. File tersebut berupa rangkaian paket time-stimped yang disebut stream. Sedangkan dari sudut pandang pengguna, streaming adalah teknologi yang memungkinkan suatu file dapat segera dijalankan tanpa harus menunggu selesai didownload dan terus “mengalir” tanpa ada intrupsi.

Memang, sebelum teknologi streaming tersebut diperkenalkan secara luas, kita harus mendownload utuh file audio atau video sebelum dapat kita dengar atau tonton di komputer kita. Untuk mendownloud file tersebut hingga selesai tentu saja memerlukan waktu yang cukup banyak. Sekedar contoh, jika file video besarnya adalah 10 Mb, maka kita memerlukan 15 menit jika menggunakan akses Internet dengan kecepatan 56 Kbps. Padahal, menurut beberapa survey, batas kesabaran rata-rata pengguna Internet untuk menunggu yang ditayangkannya sesuatu yang diakses hanyalah 8 detik saja. Lebih dari itu, mereka akan meninggalkan situs tersebut.

Pada Februari 1999, Lucas film meluncurkan potongan film (trailer) Star Wars di situsnya. Besar file trailer tersebut adalah 50 Mb! Trafik dan antrian pendownload saat itu benar-benar sangat tinggi hingga 48 jam ke depan. Sayangnya, file tersebut belum menggunakan teknologi streaming, sehingga kebanyakan orang tidak dapat men-download secara sempurna file tersebut dan akhirnya sama sekali tidak dapat menikmati trailer tersebut. Kini dengan semakin luasnya penggunaan teknologi streaming, maka kendala-kendala tersebut diatas sudah dapat diatasi. Sebenarnya file apa saja yang bisa di-streaming-kan? Semua jenis file semuanya bisa. Baik file audio, video, image, text, data 3D, software, dan sebagainya. Tetapi streaming sejatinya lebih mengacu kepada time-based media, khusunya audio dan video, yang harus dapat dinikmati sesegera mungkin dan berdasarkan pewaktuan yang tepat, karena untuk menikmati lagu atau film, haruslah dimainkan berurutan dari awal hingga akhir (sequensial) tanpa terputus-putus (uninterrupted). Salah satu aplikasi yang sangat akrab dengan teknologi streaming adalah aplikasi Internet Broadcasting, yaitu pemyiaran audio atau video yang berbasis Internet Protocol (IP)

Beberapa istilah yang berkaitan dengan STREAMING

Media Streaming

Sebuah teknologi yang memungkinkan distribusi data audio, video dan multimedia secara Real Time melalui Internet. Media streaming merupakan pengiriman media digital berupa (video, suara dan data) agar bisa diterima secara terus-menerus (stream). Data tersebut dikirim dari sebuah server apllikasi dan di terima serta ditampilkan secara Real Time oleh aplikasi pada komputer klien.

Buffering

Proses atau kondisi yang terjadi saat sebuah player untuk media streaming sedang menyimpan bagian-bagian file media streaming ke tempat penyimpanan lokal. Kebanyakan player menyimpan hanya sebagian kecil dari sebuah presentasi streaming sebelum memulai streaming. Proses buffering juga bisa terjadi di tengah-tengah streaming, biasanya hal seperti ini terjadi jika bandwidth yang diperlukan untuk memainkan streaming kurang sesuai atau kurang memenuhi besar bandwidth dari yang seharusnya.

Bandwidth

Jumlah data yang bisa ditransmisikan dalam ukuran yang tidak pasti. Untuk peralatan digital, biasanya bandwidth dibuat dengan satuan bit per seken atau byte per seken – berbeda dengan peralatan analog yang memiliki standar ukuran cycle per seken atau hertz (Hz).

Broadcast

Sebuah proses saat data secara simultan dikirimkan ke semua stasiun dalam sebuah jaringan.

Buffer

Tempat penyimpanan sementara (penyangga) yang dialokasikan dalam sistem secara random untuk menyimpan data2 sebelum dikirim atau disimpan ke bagian lain dari sistem. Dalam aplikasi streaming, buffer menyimpan data audio atau video sampai semua inforamasi yang cukup untuk melakukan streaming terkumpul semua.

Video Digital

Kunci dari konten media streaming. Biasanya video digital dikonversi dari data-data video analog. Sinyal video digital direpresentasikan dengan bilangan 0 dan 1, sedangkan sinyal analognya direpresentasikan dengan flugtasi sinyal yang tersimpan di storage – perbedaan analog dan digital dalam sinyal video sama dengan perbedaan analog dan digital pada sinyal audio.

Encoder

Aplikasi perangkat keras atau software yang dipakai untuk mengkompresi sinyal-sinyal audio video untuk melakukan streaming.

 

VIDEO STREAMING

Pengertian Video Streaming adalah sebuah komunikasi yang dilakukan melalui broadcast akses internet untuk menghasilkan sebuah gambar, video streaming bukan hal yang baru bagi kita di tanah air (Indonesia), sejak munculnya 3G (Generasi ke Tiga) pada sebuah telephone seluler video streaming bagaikan jamur bertumbuhan dimana-mana, hingga kepelosok tanah air.

Sebenarnya penggunaan video streaming ini sudah lama kita lakukan, mungkin kita sudah lupa dengan penggunaan kita pada Yahoo Messenger, skype, youtoube atau yang sejenisnya, kita sudah lakukan sebelum 3G menjamur, sekitar tahun 2008 lebih kurangnya, mulai muncul media televisi di Indonesia yang menggunakan video streaming, seperti metrotv, antv, transtv kini sudah sampai tvone. Video streaming sebenarnya sebuah teknologi yang mempermudah kita dalam mendapatkan informasi dalam bentuk tampilan video, apalagi dengan internet menjamur di segala penjuru dunia kita makin mudah mendapatkan informasi dan menikmati hiburan tanpa membutuhkan media antena televisi biasa maupun parabola, karena banyak broadcast televisi yang free to air memberikan fasilitas tersebut agar media tersebut dapat di simak disegala penjuru dunia, seperti saat kita di Singapur, Amerika, dan lainnya kita masih bisa menyimak tayangan televisi di tanah air tanpa perangkat antena televisi atau parabola.

Kemudahan tersebut membuat kita semakin merasa dunia dalam genggaman, kita dapat melihat televisi, kita dapat berkomunikasi dengan interaktif 3G atau melalui media Gtalk,Yahoo Messenger, Skype dan lainnya adalah sebuah manfaat dari sebuah teknologi video streaming. Teleconference termasuk hal yang sudah bukan barang baru lagi, presiden kita pernah melakukan komunikasi jarak jauh dengan saudara kita di pedesaan, dengan luar negeri melalui video streaming teleconference pada waktu Presiden Alm.Soeharto. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari sebuah teleconference melalui video streaming, antara lain biaya yang dibutuhkan jauh lebih murah daripada kita mengunjungi daerah tersebut, sehingga anggaran bisa ditekan lebih rendah, tidak lepas dari kemudahan, tentu ada yang harus kita butuhkan yang utama adalah sebuah bandwidth / lebar pita akses internet yang dibutuhkan tentunya harus lebih besar, agar tidak terjadi akses yang terputus-putus, semakin besar maka semakin jelas tanpa putus-putus gambar yang dihasilkan, karena untuk gambar bandwidth yang dibutuhkan jauh lebih besar daripada suara.

Jadi dalam perkembangan tekhnologi informasi ini, streaming lebih mengarah kepada tekhnologi yang dapat melakukan kompresi terhadap file audio maupun video. Dengan tujuan untuk mempermudah dalam mentransfer melalui jaringan internet. Dimana proses tersebut dilakukan secara stream atau terus menerus untuk file audio dan video tersebut.

Implementasi dari video streaming ini, dapat kita jumpai pada YouTube, Google Video, dan website sharing video lainnya. Semua website tersebut adalah website yang menggunakan teknologi web untuk keperluan sharing dan streaming video dengan protokol standard web yaitu HTTP. Dan HTTP merupakan protocol yang mudah diakses untuk menonton video atau audio oleh pengguna dimanapun dan kapanpun, kecuali jika memang tidak diijinkan penggunaan internet dalam jaringannya.

Sedangkan saat ini penggunaan video pada web merupakan trend yang sedang meningkat di internet. Menggunakan FLV sebagai format video dan Flash sebagai player video memberi kemudahan dalam menyajikan konten video lewat internet. Dengan menempelkan video pada website dan dijalankan dengan flash player membuat video dapat ditonton kapanpun dan dimana pun.

 

AUDIO STREAMING

Audio Streaming adalah metode pengiriman sinyal audio ke komputer melalui Internet, dan berbeda dari metode “normal” untuk menerima audio internet dalam satu hal penting: “. Wav” daripada harus men-download, “au.” Atau tipe lain dari berkas sepenuhnya sebelum dapat mendengarkan, Anda mendengar suara seperti di komputer , dan karenanya tidak perlu menunggu download lengkap (yang akan sulit dengan siaran langsung pula!). Sebagai contoh hal ini diterapkan pada radio streaming online.

Radio Streaming juga dikenal sebagai web radio, radio internet, radio net atau e-radio. Radio streaming pada dasarnya adalah radio yang ditularkan melalui Internet. Tidak seperti webcasting, radio streaming adalah aliran yang terus menerus , dan dilakukan secara online. Hal ini merupakan trend yang sedang dinikmati masyarakat tapi tidak identik dengan podcasting yang mengharuskan audio yang akan didownload, daripada streaming itu. Radio Streaming juga biasanya dapat diakses di seluruh dunia. Audio dimainkan dari server penyiaran , dan server akan mengirimkan musik ke pendengar. Dalam hal ini, Radio Streaming membutuhkan koneksi internet yang baik.

Sebagai data adalah buffer selama beberapa detik dan kemudian pemutaran dimulai. Seperti audio diputar, banyak data yang terus-menerus tiba (atau streaming), dan selama menerima aliran data yang konstan, anda harus mendengar audio konstan. Jelas , hal ini akan memerlukan soundcard, speaker (atau headphone) dan software yang sesuai untuk ini semua untuk bekerja.
Untuk menjelaskan hal ini, saya ibaratkan ember (buffer) dengan lubang di bagian bawah, yang atasnya dengan air (data). Selama ada air di ember, ia akan terus mengucur dari lubang, dan akan melakukan hal ini selama ada air di ember. Demikian pula, selama ada data di dalam buffer, anda akan terus mendengar suara. Sayangnya buffer bisa kosong karena kemacetan di Internet yang dapat mengganggu penenerimaan data.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of